TNI-Polri Diminta Tindak Tegas KKB di Mapenduma

Aparat TNI-POLRI

JAYAPURA, PAMALNEWS.com – Tragedi penyanderaan terhadap guru dan tenaga medis serta tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mapenduma Kabupaten Nduga terus menuai sorotan.

Kepala Seksi Perlindungan Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Papua, Sarlota Kambu, menilai kekerasan dan tindakan pelecehan yang menimpa tenaga medis dan guru di Mapenduma adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi.

“ini perbuatan yang tidak manusiawi, kami meminta kepada aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku,” tutur Sarlota Kambu, Rabu (24/10) usai menjenguk korban di RS Bhayangkara Jayapura.

Menurutnya, harus ditindaklanjuti karena tidak manusiawi. Ini adalah tenaga guru yang datang membantu mendidik orang-orang kita di sana tapi diperlakukan seperti begitu jadi tidak wajar dan harus diproses.

Lanjut Sarlota, Dinas Pemberdayaan Perempuan akan bekerja sama dengan tim PPA Polda Papua untuk menuntaskan kasus ini. Sampai saat ini kondisi korban belum bisa diajak berkomunikasi karena masih trauma berat, jadi masih butuh istirahat.

“Korban sampai saat ini masih trauma dan belum bisa diajak berkomunikasi. Kami akan kembali lagi untuk menjenguk, itu pun tidak sendiri tapi nanti bersama dengan tim dari PPA Polda,” tambah Sarlota.

Kecaman juga datang dari Lembaga Masyarakat Adat Port Numbay, usai menjenguk korban pelecehan seksual yang sedang dirawat di RS Bhayangkara, George Awi Ketua LMA Port Numbay mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh KKB.

“Tindakan yang dilakukan oleh KKB di Mapenduma adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi. Dilihat dari sisi hukum tindakan seperti itu tidak dapat dibenarkan mau dari hukum pemerintah, agama dan adat,” kata George Awi.

Lanjut Awi, selaku ketua lembaga adat tindakan yang dilakukan oleh KKB ini sudah sangat jelas melanggar adat istiadat di Papua karena secara adat di Papua, perempuan itu sangat mahal harganya dan sangat dihargai.

Baca Juga:   Polda Papua Kutuk Sikap KKB Terhadap Guru di Mapenduma

“Kita semua manusia terlahir dari rahim seorang perempuan, apalagi dalam ajaran agama kita sebagai orang Kristen yang sudah jelas sangat melarang perbuatan seperti begitu,” ujarnya.

George Awi juga meminta kepada aparat penegak hukum agar dapat mengambil langkah-langkah penindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku kejahatan terutama KKB yang sudah membuat situasi di Papua ini semakin tidak kondusif. (jwl)