Sebut Jimmy Ijie Tak Memihak OAP, Ini Tanggapan Keras Staf Ahlinya

Yoseph Titirlobi SH, Staff Ahli kuasa Hukum J.D.I

SORONG, PAMALNEWS.com — Menyikapi pernyataan sorotan kepala dinas lingkungan hidup Kota Sorong, Julian Kelly Kambu, kepada anggota DPR-RI dapil Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie, SH yang dinilai tidak memihak kepada masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dengan mendukung penerimaan tes CPNS di Papua dan Papua Barat system online, ditanggapi keras balik oleh Anggota DPR-RI asal Papua Barat Jimmy D. Ijie.SH melaui staf ahli dan tim kuasa hukumnya Yosep Titirlolobi, SH.

Staf ahli Jimmy D. Ijie.SH, Yosep Titirlolobi, SH saat jumpa pers dengan wartawan, Minggu (14/10) kemarin menjelaskan, pernyataan Jimmy Ijie merupakan hasil dari kunjunganya ke setiap daerah yang ada di Papua Barat, dan alasan mendukung penerimaan CPN system online agar jangan ada praktek nepotisme, bukan berarti tidak mendukung OAP.

“Maksudnya pak Jimmy Ijie sangat jelas bahwa tes CPNS harus system online, tetapi sebelum tes dilaksanakan pemerintah Kabupaten maupun Kota di Papua Barat, wajib melakukan traning dan sosialisasi kepada pencari kerja dengan menggunakan dana otsus. sebagai pembelajaran terhadap orang Papua asli yang hendak tes CPNS,” ujar Yosep Titirlobi.

Karena dari pengalaman yang terjadi, selama tes CPNS dengan cara manual di Papua Barat sangat sering terjadi praktek nepotisme. Dimana, praktek jual – beli SK atau orang akan cenderung menggunakan jalur kekeluargaan. Sehingga dengan system online ini agar dapat menghilangkan praktek nepotisme seperti itu, sekaligus mengajarkan kepada masyarakat dan para pencari kerja khususnya OAP di tanah Papua, agar mulai sekarang dapat membiasakan diri menerima dan belajar menerima perkembangan teknologi informatika dan jaringan.

Sehingga kelak, para pencari kerja memahami benar tentang tata cara pengimputan data, berkas hingga pengisian soal tes online barulah, tes CPNS system online diberlakukan dengan syarat yang mengikuti tes khusus Orang Papua Asli (OAP) dengan catatan mereka telah mengetahui tata caranya lebih dulu.

Baca Juga:   Di Fakfak, 4.375 Surat Suara DPR RI Ditemukan Rusak

“Kita lihat seperti Tambrauw sangat mendukung sekali tes CPNS system online, kenapa kota Sorong dan daerah lain yang jaringan interennya bagus malah meminta system ofline. sebenarnya sangat mudah, asalkan pemerintah harus berikan pelatihan dan sosialisasikepada OAP,” tambahnya.

Langkah ini harus dipandang positif agar OAP harus mampu bersaing di era teknologi ini, karena selama ini yang terjadi setiap kali penerimaan CPNS manual, selalu saja ada protes dan demo dari masyarakat. Dan prosentase tingkat kelulusan kerap dimanfaatkan para oknum elit politik di daerah.

” Ketika system online maka kemungkinan besar tidak aka ada lagi protes karena yang lulus tes adalah hasil murni mereka. Selain itu, kita tidak akan tertinggal dengan daerah lain,” Pungkasnya (IyN/Red)