Rosaline Rumaseuw: Kanker Penyakit Mahal di Papua

Wasekjen IDI Jakarta Utara, dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes (tengah) dalam sebuah kegiatan di Papua Barat.

MANOKWARI, PAMALNEWS.com – Wasekjen IDI Jakarta Utara dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes menuturkan, jumlah penderita kanker serviks di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Kebanyakan penderita baru dan masih tergolong tertinggi berada di wilayah Papua.

“Kanker memang bukan penyakit menular, namun ketika seseorang telah divonis menderita kanker dan tidak berobat, maka kanker menjadi mesin pembunuh secara perlahan,” ujar Rosaline saat dikonfirmasi Pamalnews.com di Manokwari, Kamis (27/9).

Ia mengatakan, tingginya angka penderita penyakit ini, karena banyak penderita kanker serviks di beberapa kab/kota yang ditemuinya saat diperiksa telah tervonis menderita gejala (kanker) menolak untuk menjalani pengobatan dengan alasan biaya yang terlalu mahal.

“Sebagai seorang dokter, saya kerap sedih, saudara saya, mama-mama Papua banyak merasa pengobatan kanker mahal dan sayang menggunakan uangnya untuk membiayai pengobatan penyakitnya. Mending uang ini saya pakai untuk biaya sekolah dan keperluan keluarga,” urai Rosaline menirukan keluh kesah mama- mama Papua ketika ditemuinya.

Padahal menurutnya, ketika si penderita jika terdeteksi masih stadium dini, penyakit ini mempunyai peluang kesembuhan yang cukup besar.

“Kerap saya bertanya kenapa tidak ada jaminan dan keberpihakan kepada kaum perempuan, khususnya di Papua. Karena situasi yang ada sangat riskan.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah, sehingga ada anggaran atau keringanan bagi yang berobat dan memeriksakan diri jika telah divonis menderita kanker,” ucap Rosaline. (ian)

Baca Juga:   GKI Klasis Sorong - Lions Club Centennial Cendrawasih Gelar Sosialisasi HIV/AIDS