Presentasi Perempuan Sebagai Pegawai Negeri Meningkat 49,31 Persen

Yohana Yembise
Menteri PPPA Yohana Susana Yembise (tengah) saat rapat di Bangkok, Thailand, Rabu (13/2). (Foto: Kemen PPPA)

BANGKOK, PAMALNEWS.com – Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup baik dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat dalam kurung waktu enam tahun terakhir, presentasi perempuan sebagai pegawai negeri meningkat 49,31 persen di Indonesia.

“Artinya angka partisipasi kerja perempuan yang meningkat. Selain itu, angka harapan hidup serta angka harapan lama sekolah perempuan juga mengalami peningkatan khususnya dalam 10 tahun terakhir,” kata Menteri PPPA, Yohana Susana Yembise sebagaimana dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (14/2).

Sebelumnya, dalam menyambut sidang Commision on the Status of Women atau CSW ke-63 yang akan digelar pada 11-22 Maret 2019 di New York, Menteri Yohana dalam rapat persiapannya di Bangkok, Thailand, Rabu (13/2) menegaskan terkait capaian tersebut.

Menurutnya, hal itu adalah buah dari upaya Pemerintah Indonesia dalam menerapkan Strategi Pengarusutamaan Gender dan diperkuat melalui berbagai kebijakan teknis di semua sektor pembangunan.

Meski demikian, diakui pula jika hambatan dan tantangan masih dialami Indonesia dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan perempuan.

Hambatan dialami Indonesia, seperti halnya negara-negara lain di Asia-Pasifik bahkan seluruh dunia. Pemahaman para pemangku kepentingan tentang Pengarusutamaan Gender semata-mata hanya untuk memberdayakan perempuan, sehingga seringkali tidak menjadi prioritas dalam perumusan kebijakan dan program.

Padahal, masyarakat juga memiliki hak untuk mendapatkan akses dan berpartisipasi dalam setiap proses pembangunan, didengar dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan akhirnya menerima manfaat.

“Selain itu, faktor budaya dalam komunitas dan kesadaran sosial masyarakat belum sepenuhnya mendorong perempuan menduduki posisi strategis di sektor publik,” jelas Menteri Yohana.

Pertemuan Asia-Pacific Regional Preparatory Meeting for the sixty-third session of the Commission on the Status of Women di Bangkok merupakan agenda untuk berbagi pengalaman terbaik terkait pemberdayaan perempuan yang telah dilakukan selama setahun terakhir.

Baca Juga:   Jokowi Analogikan Serial Game of Thrones di Pertemuan IMF-WB

Di samping juga untuk mendengar perspektif pentingnya meningkatkan koherensi dan keterkaitan antara sistem perlindungan sosial, pemberian layanan publik dan infrastruktur berkelanjutan untuk memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan di Kawasan Asia Pasifik.

Perspektif kemudian akan dirumuskan ke dalam rekomendasi yang akan disampaikan dalam sidang CSW ke-63. Dalam peremuan tersebut, Menteri Yohana juga didaulat menjadi pimpinan dalam 2 sesi berbeda. (*/jjm)