Polisi Tahan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah Dinas Perumahan

Tim Pengacara saat mengantar tersangka berinsial AL ke ruang tahanan Polda Papua Barat, Kamis (18/10). (Foto: Ist/Pamalnews)

MANOKWARI, PAMALNEWS.com – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat, akhirnya menahan dua tersangka dugaan kasus pengadaan tanah Dinas Perumahan dengan kerugian negara senilai Rp 4,5 Milyar yang bersumber dari APBD Papua Barat tahun 2016.

Keduanya ditahan setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka selama tujuh jam, oleh Subdit Tipikor Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Papua Barat.

Mereka yang ditahan adalah, oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perumahan Provinsi Papua Barat berinisial AI dan salah satu oknum advokad berinisal YB alias A di Rumah Tahanan (Rutan) setempat, Kamis (18/10).

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua Barat, Kompol Kristian Sawaki kepada Wartawan di Polda Papua Barat mengatakan ada empat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sesuai peran mereka masing-masing, HK, AI, YB dan LS.

“Kita Subdit Tipikor Direktorat Reskrimsus menahan dua tersangka untuk 20 hari ke depan,” Kata Ditreskrimsus Polda Papua Barat melalui Kasubdit Tipikor, Kompol Kristian Sawaki kepada Wartawan di Mapolda Papua Barat, Kamis sore.

Untuk dua tersangka lainnya kata Sawaki, pihaknya akan melakukan tindakan hukum selanjutnya, bila perlu dilakukan penangkapan dan penahanan jika ada yang tidak memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka maka dokter kepolisian akan memeriksanya meski sedang menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit.

“Untuk tersangka HK akan kita datangkan dokter polisi untuk memastikan apakah dia sakit benaran atau tidak, karena kami punya keraguan terhadap tersangka HK sehingga kami akan melakukan upaya berikutnya, bisa saja kita lakukan upaya paksa terhadap yang bersangkutan,” tegas Sawaki.

Sedangkan kuasa hukum tersangka HK, Yan Christian Warinussy, membenarkan kliennya sedang mengalami sakit darah tinggi sehingga tiba-tiba tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Papua Barat untuk diperiksa sebagai tersangka.

Baca Juga:   Kunker Menkumham Disambut Demo Jurnalis di Manokwari

“Sudah dalam perjalanan ke Mapolda Papua Barat tetapi tiba-tiba kondisi kesehatannya kliennya saya berubah dan saya dihubungi anaknya bahwa beliau dibawah ke RSAL Manokwari, saya ke sana melihat langsung bahwa benar beliau sakit dan sedang dirawat,” ujarnya.

Untuk meyakinkan Penyidik Tipikor, Kuasa Hukum HK memberikan surat keterangan sakit dari Dokter RSAL Manokwari bahwa benar kliennya sedang sakit.

Sedangkan kuasa hukum AI, Demianus Waney, mengatakan, pihaknya tetap patuh terhadap aturan hukum sehingga kliennya sudah menandatangani surat penahanan dan menjalani penahanan untuk 20 hari ke depan.

“Upaya hukum dari saya terkait dengan hak-hak dari tersangka maka kami ajukan surat permohonan pengalihan penahanan atau penangguhan penahahan, jadi Jumat (hari ini) saya ajukan permohonan penahanan,” ucapnya.

Tersangka AI dan YB alias A dijerat dengan Pasal 2 dan/atau 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang 20 Tahun 2001. (tam)