Polda Papua Kutuk Sikap KKB Terhadap Guru di Mapenduma

Kapolda Papua Irjen Pol Drs Martuani Sormin bersama Ny. Risma Elisabet Martuani Sormin saat mengunjungi korban tindakan asusila di rumah sakit Bhayangkara Jayapura, Selasa (23/10).

JAYAPURA, PAMALNEWS.com – Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Martuani Sormin mengatakan, tindakan asusila yang dilakukan terhadap seorang guru di Mapenduma, Kabupaten Nduga adalah tragedi kemanusiaan untuk dunia pendidikan di Papua.

“Ini adalah tragedi kemanusiaan khusus untuk dunia pendidikan di tanah Papua lebih khusus lagi di Mapenduma,” kata Kapolda usai menjenguk korban asusila NM di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Selasa (23/10) sore.

Kapolda menegaskan tindakan asusila yang dilakukan terhadap guru adalah perlakuan biadab, karena guru-guru yang bertugas di Mapenduma bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak di Mapenduma.

“Ini adalah perlakuan biadab dari kelompok kriminal bersenjata di Mapenduma. Padahal masa depan anak-anak kita di mapenduma bergantung pada guru-guru yang memberikan mereka pengajaran. Namun guru-guru ini mendapat perlakuan yang sangat keji dan di luar kemanusiaan. ini bukan perilaku manusia dan saya mengutuk tindakan ini,” tegasnya.

Dikatakan akibat Kejadian ini proses belajar mengajar di Mapenduma terganggu karena tidak ada guru-guru di sana.

“Akibat perlakuan biadab ini 100 anak-anak kita di Mapenduma tidak mendapatkan proses belajar mengajar sebagaimana biasanya,” jelasnya.

Kapolda menghimbau kepada seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama khususnya tokoh pendidikan di Papua untuk menentukan sikap terhadap peristiwa yang terjadi di Mapenduma

“Ini adalah tragedi kemanusiaan bagi dunia pendidikan di Papua sehingga semua pihak wajib memberikan perlindungan kepada guru dan tenaga medis yang bertugas di Mapenduma,” pinta Kapolda. (jwl).

Baca Juga:   Ribuan Botol Miras Sitaan Dimusnahkan