Pertamina: Konsumsi BBM Bakal Meningkat Jelang Hari Raya

Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua
Pimpinan Pertamina Maluku Papua saat jumpa pers di Jayapura, Kamis (6/12). (Foto: Humas Pertamina)

JAYAPURA, PAMALNEWS.com – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua memproyeksikan konsumsi BBM dari berbagai produk mengalami peningkatan.

Beberapa produk yang diprediksikan akan naik, di antaranya, penyaluran Gasoline (bensin), produk Gasoil (bahan bakar diesel), Kerosene (minyak tanah) dan Avtur (bahan bakar pesawat terbang).

GM PT Pertamina MOR VIII Maluku-Papua, lin Febrian mengatakan, penyaluran bensin akan mengalami peningkatan dibanding penyaluran normal karena adanya peningkatan aktivitas kendaraan roda dua dan roda empat.

“Sedangkan produk Gasoil (bahan bakar diesel) juga mengalami peningkatan dikarenakan adanya antisipasi dari PLN untuk dapat menjaga kestabilan distribusi untuk pembangkit tenaga diesel yang berada pada wilayah MOR VIII,” kata Iin Febrian di Jayapura, Kamis, (6/12).

Menurut Iin, Kerosene (minyak tanah) juga akan mengalami peningkatan dikarenakan kebutuhan masyarakat (operasi pasar), maupun segi industri (IRT).

Sedangkan Avtur (bahan bakar pesawat terbang) mengalami kenaikan dikarenakan aktivitas maskapai juga meningkat.

“Selain itu, bagi konsumsi LPG, baik di restoran dan perhotelan juga ikut meningkat menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru, sehingga stok LPG ditingkatkan hingga 23 persen,” jelas dia.

Terkait itu, Pertamina akan menambahkan stok guna melakukan pengamanan dan memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG selama periode Natal dan Tahun Baru. Bahkan Pertamina MOR VIII telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG pada 29 November 2018.

“Jadi kita bentuk dua pekan lebih awal dibanding pembentukan Satgas tahun lalu, dimana Satgas ini telah berkoordinasi sejak dibentuk dan akan berakhir pada 8 Januari 2019 nanti,” ujarnya.

Lanjut dia, Pertamina terus memastikan seluruh Terminal BBM beroperasi selama periode Satgas. Dan juga memastikan kehandalan fasilitas penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM di seluruh lokasi.

Baca Juga:   Polisi Ringkus 2 Pelaku Pembunuhan di Perumahan Graha Nendali

Selain itu, sudah menyiapkan 20 mobil tangki industri disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dan overtime mobil tangki reguler untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pengiriman BBM.

“Kami juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menambah tonase (kapasitas muat) kapal menjadi 20 unit dan menaikkan ketahanan stok di TBBM MOR VIII Gasoline sebesar 9 persen, Gasoil sebesar 15 persen, Kerosene 15 persen dan Avtur 10 persen,” ungkap lin.

Sementara untuk ketahanan pasokan LPG, Pertamina melakukan build-up stock dan menambah alokasi LPG non PSO sekitar 15 – 23 persen serta memonitor pengiriman dari supply point dan stock-in transit (dari supply point ke agen).

“Pertamina menunjuk 14 agen dan 28 pangkalan siaga dan memaksimalkan SPBU sebagai etalase dan stabilisator harga Elpiji 12 kilogram dan Bright Gas 5,5 kilogram untuk kebutuhan LPG rumah tangga di periode Natal dan Tahun Baru,” tutupnya. (*/tam)