Penerimaan CPNS Papua Barat Tunggu Jawaban Pusat

Yustus Meidodga
Kepala BKD Provinsi Papua Barat, Yustus Meidodga saat dikonfirmasi wartawan di Manokwari, Senin (18/2/2019)

MANOKWARI, PAMALNEWS.com – Penerimaan CPNS di Provinsi Papua Barat masih menunggu jawaban dari Pemerintah Pusat berdasarkan aspirasi yang telah disampaikan Pemprov Papua Barat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Barat, Yustus Meidodga mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) namun belum ada petunjuk.

“Yang jelas kita sudah menyampaikan surat Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, tinggal menunggu jawaban dari pusat,” kata Yustus Meidodga usai apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (18/2/2019).

Ia menegaskan jadwal penerimaan CPNS di Papua Barat adalah Maret 2019. Namun teknis pelaksanaan harus menunggu petunjuk pusat. “Kalau pelaksanaannya tidak berubah, pasti Maret kita laksanakan,” jelasnya.

Sementara tahapannya, ia mengatakan akan diawali dengan pengumuman, penerimaan dan seleksi berkas. Menurutnya proses tersebut akan memakan waktu cukup panjang yang diperkiraan akan selesai setelah pelaksanaan Pemilu.

“Pasti prosesnya akan memakan waktu yang cukup panjang, bahkan sampai pelaksanaan pemilu selesai baru hasilnya bisa diketahui,” ujarnya.

Terkait surat yang disampaikan kepada Kemenpan RB, Meidodga mengatakan ada beberapa kebijakan yang disampaikan di antaranya penetapan 80 persen bagi Orang Asli Papua (OAP), 20 persen non Papua.

“Ada permintaan dari (Gubernur, red) dan ini disesuaikan dengan kekhususan bagi OAP. Kita minta 80 persen OAP. Sementara 20 persen non OAP tapi memiliki e-KTP dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Papua Barat,” jelasnya.

Ia berharap, Pencari Kerja (Pencaker) di Papua Barat tetap menunggu sambil memanfaatkan waktu yang ada dengan belajar sehingga pada saat pendaftaran dan penerimaan tidak mengalami kesulitan yang berarti.

Terkait sistem penerimaan, ia menambahkan tetap mengacu pada penerimaan secara online dan bukan offline.

Baca Juga:   Sunrise di Pantai Pasir Putih Manokwari yang Eksotis

“Untuk penerimaannya kita lakukan secara online tetapi online lokal. Kenapa online lokal, ini untuk menjaring pencaker yang dari luar, kalau ada pencaker dari luar, otomatis akan gugur saat pendaftaran,” tandasnya.