Lestarikan Tarian Budaya Adat, DPD KNPI Gelar Lomba Yospan 2018

Ketua DPD KNPI Papua Barat Sius Dowansiba,SE. (foto : ian/pamalnews)

MANOKWARI,PAMALNEWS.com —Mengangkat semangat kepemudaan dalam Budaya dan adat, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan Lomba Yosim Pancar yang dirangkaikan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 90 tahun 2018, yang jatuh pada 28 oktober mendatang.

Lomba Yosim Pancar yang berlangsung, Sabtu, 20 Oktober 2018 ini bertempat di Gor Pancasila Kota Manokwari, menampilkan 14 Peserta club sanggar tari di Kota Manokwari.

Ketua DPD KNPI Papua Barat Sius Dowansiba, SE dalam sambutannya ketika membuka kegiatan HUT KNPI mengatakan, Papua harus bangkit. Sehingga kegiatan yang terlaksana dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda tahun 2018 ini, diharapkan mampu menjadi sarana meningkatkan kegiatan positif kepada para pemuda di era modernisasi agar jangan perna melupakan adat dan budaya leluhur.

Oleh karena itu, para peserta jangan hanya menganggap kegiatan ini sebagai ajang untuk mencari juara, tapi tunjukan diri dan karya sebagai penerus regenerasi yang patut menjaga kelestarian budaya adat salah satunya seperti tarian Yosim Pancar atau dikenal Yospan ini, Selain itu juga untuk menjalin silaturrahmi antar pemuda di Papua Barat, Khususnya Kota Manokwari.

” Yosim pancar merupakan tarian budaya orang Papua. Oleh karena itu wajib bagi orang Papua terus melestarikan budaya Yosim pancar di bumi cenderawasih,”Ucap Sius Dowansiba.

Para peserta Yospan menyongsong Hari Sumpah Pemuda Ke 90 Tahun 2018.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan Lomba yospan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2018 Yustus Meiddoga mengatakan, kegiatan lomba Yosim Pancar (Yospan) adalah salah satu budaya tarian 5 gerakan yang telah menjadi tarian budaya yang sampai saat ini patut sebagai pemuda untuk melestarikan tarian ini. Karena yosim pancar atau yospan adalah tarian yang telah terkenal mewakili budaya Tanah Papua hingga ke seluruh dunia.

Baca Juga:   KPU Papua Barat Beberkan Potensi Rawan Pemilu

“Kegiatan yang di lakukan ini, adalah rangkaian budaya yang kami dari penyelenggara harapkan dapat semakin memicu tumbuh kembang kreasi anak – anak muda di masa trend modern ini, dapat kembali merefleksi diri untuk mampu mempertahakankan budaya dan tarian yang telah ada turun temurun sejak dahulu, dapat terus dijaga kelestariannya,”Jelasnya

Dengan demikian, harapan semangat Hari Pemuda ke -90 tahun 2018, dapat menjadi hari kepemudaan untuk berkomitmen mengkaryakan karya tanpa melupakan budaya dan adat, warisan leluhur.

” Semangat ke 90 tahun hari sumpah pemuda 2018, menjadi saluran pemersatu gerakan kepemudaan di Papua Barat semakin solid membangun negeri dan melestarikan budaya adat leluhur,”Tandasnya. (ian)