KKB Sandera Tenaga Guru dan Medis di Mapenduma

Kapendam 17 Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi

JAYAPURA, PAMALNEWS.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPN-OPM kembali malakukan aksinya, kali ini mereka melakukan penyekapan terhadap tenaga guru dan medis yang bertugas di Distrik Mapenduma Kabupaten Nduga. Tak hanya menyekap, KKB juga diduga kuat melakukan pemerkosaan terhadap guru yang disekap.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Mustofa Kamal, SH kepada wartawan di Jayapura, Senin (22/10) mengatakan pihaknya menyayangkan sikap KKB tersebut, karena tenaga guru dan medis sangat dibutuhkan masyarakat Papua saat ini.

“KKB menolak dan menahan aktivis guru dan tenaga medis sejak 3-17 Oktober 2018. Selama masa penyekapan, para guru dan medis tidak diperbolehkan melakukan kegiatan apapun,” ungkap Kamal.

Lanjut Kamal, dari keterangan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga, Fredik Samuel Bapundu, telah mengakui bahwa benar telah terjadi penyekapan terhadap guru dan tenaga medis di wilayah Mapenduma oleh KKB.

“Setelah mengetahui peristiwa tersebut, Fredik langsung mengecek ke lapangan dan ternyata betul, karena di Mapenduma ada SD YPKGRI 1 Mapenduma SMP 1 Mapenduma dan 1 Puskesmas,” tutur Kabid Humas Polda Papua.

Untuk sampai ke Mapenduma dapat mengunakan dua jalur yaitu udara dengan mengunakan pesawat jenis Caravan dan dari Wamena atau dengan jalur darat dari Yalimo-Mapenduma 8 jam perjalanan.

Sementara itu, Kapendam 17 Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi juga mengakui adanya penyederaan terhadap guru dan tenaga medis di Mapenduma Kabupaten Nduga. Bahkan Kapenda mengakui tidak hanya menyekap KKB juga telah melakukan pemerkosaan terhadap guru yang disekap.

Lanjut Kapendam, berdasarkan pengakuan salah satu korban berinisial MT, sejak mereka tiba di Mapenduma 3 Oktober langsung disekap oleh KKB di salah satu rumah guru dan dilarang melakukan aktivitas apapun.

Baca Juga:   Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Doyo Baru

“Guru yang baru ditugaskan ini ada tiga orang, MT, EL dan FN mereka ditugaskan untuk mengajar di Distrik Mapenduma,” tutur Kapendam.

Selain menyekap tiga orang guru tersebut pada malam harinya, pada pukul 00.30 WIT, ada 7 orang anggota KKB mendatangi rumah tempat para guru disekap dan melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap dua orang guru tersebut.

“Mereka diancam dengan senjata dan diperkosa oleh 6 orang secara bergilir, setelah kejadian itu esoknya mereka melapor ke kepala sekolah dan kemudian dipindahkan ke Puskesmas,” kata Kapendam.

Setelah dipindahkan ke Puskesmas, di sana sudah ada guru dan tenaga medis yang ditampung, sehingga total ada 16 orang dengan rincian, 6 guru SMP, 3 orang guru SD dan 4 orang tenaga medis serta MT bersama dua rekannya.

Dugaan kuat aksi ini dilakukan oleh kelompok KKB pimpinan Egianus Kogeya, keluarga dari Alm Kelly Kwalik pelaku penyenderaan tim Lorentz Mependuma 1995-1996. Mereka juga pelaku penembakan pesawat dan pembantaian terhadap warga sipil dan anak-anak beberapa waktu lalu. (jwl)