Jimmy Ijie Minta Kapolda PB Jangan Tebang Pilih

Jimmy Demianus Ijie

SORONG, PAMALNEWS.com – Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDIP, Jimmy Demianus Ijie meminta Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja agar bertindak adil terhadap oknum berinisial (AR) salah satu pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan PT Alam Indah Utama yang ada di Kota Sorong.

“Saya mendukung usaha Kepolisian dalam hal ini Polda Papua Barat dalam penegakan hukum, tetapi jangan juga tebang pilih,” kata Jimmy saat dikonfirmasi Pamalnews.com di kantor LBH Gerimis Kota Sorong, belum lama ini.

Putra asli Papua kelahiran Maybrat 21 Maret 1968 itu menuturkan, apa yang ia tegaskan lantaran ada beberapa nelayan yang mengadukan keluhanya terkait dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik kepada mereka para nelayan.

Dimana, pihaknya patut mencurigai ada apa dibalik semua ini. Karena PT Alam Indah Utama sudah sesuai dengan prosedur telah menjual BBM tersebut sesuai dengan harga yang telah ditentukan oleh pemerintah. Padahal di kabupaten dan kota Sorong ada beberapa SPBU dan SPBN yang nakal.

“Kenapa saya katakan nakal, karena mereka telah menjual di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah, lalu kenapa mereka ini tidak diperiksa atau ditahan. Kalau dengan alasan bahwa harus ada pengaduan, maka siapa yang telah melapor atau mengadukan PT Alam Indah Utama tersebut,” tanya Ijie.

“Jangan-jangan di SPBU atau SPBN yang ada di kabupaten dan kota Sorong merupakan tempat mendapatkan sesuatu dari situ. Jadi penyidik ikut serta dalam melindungi mereka yang bermain atau nakal.

“Atau bahkan jangan-jangan pemilik SPBN/SPBU yang ada, yang juga telah melaporkan PT Alam Indah Utama karena persaingan bisnis karena tidak laku. Sehingga mereka berkolaborasi atau berkonspirasi bersama penyidik untuk melakukan ini,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga:   Kapolda Pandu Rakor Kesiapan Pemilu, Ada Ulasan Klasiknya Loh!

Sembari mengatakan bahwa kedua penyidik yang telah ditugaskan oleh Polda Papua Barat tersebut merupakan pemain lama yang di seputar para pengusaha minyak yang ada di Sorong Raya, ia berharap agar proses penyelidikan dan penegakan hukum itu bisa berjalan benar.

Lebih jauh, kata Jimmy pihaknya sangat mendukung agar proses tersebut bisa berjalan, namun harus berlaku adil. Ia juga meminta kepada Kapolda Papua Barat agar segera menghentikan kasus tersebut.

Karena menurutnya, ini telah beraroma pembunuhan karakter dan bukan murni penegakan hukum, tetapi karena persaingan bisnis. Dan jika Kapolda Papua Barat tidak mengentikan kasus ini, maka pihaknya akan proses terus kasus ini sampai kepada Kapolri.

“Karena kasihan para nelayan yang tidak tau apa-apa mereka disidik dan diperiksa padahal mereka juga hanya sebagai pemakai atau penguna BBM Bersubsidi,” ucap Jimmy.

“Saya juga meminta kepada kedua penyidik ini dipidahkan dari Papua Barat dan bila perlu dipindahkan ke Aceh saja, biar mereka kalau mau bermain nakal dengan GAM saja. Jangan bermain di Tanah Papua,” tegasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Harry Supriono ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya dalam hal ini penyidik tentunya tidak gegabah atau sembarangan jika menangani suatu masalah.

“Jadi bila ada oknum yang bermain atau nakal, pasti Kapolda akan tindak oknum tersebut. Asalkan jangan fitnah,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp. (deo)