Jenasah Korban Penembakan Diarak Massa ke Polres Manokwari

Aksi ratusan massa di Polres Manokwari, Minggu (3/3) siang. (Pamalnews.com/mtx)
Aksi ratusan massa di Polres Manokwari, Minggu (3/3) siang. (Foto: Pamalnews.com/mtx)

MANOKWARI, PAMALNEWS.com – Ratusan massa dari suku Arfak, Minggu (3/3) siang sekira pukul 14.00 WIT mendatangi Polres Manokwari.

Mereka menuntut penuntasan kasus penembakan yang menimpa SD (25) Sabtu malam di Reremi Permai Distrik Manokwari Barat.

Massa datang sambil membawa peti jenasah SD dan langsung diarahkan masuk ke halaman Polres Manokwari. Mereka mendesak kehadiran Kapolda, Gubernur dan Bupati.

“Kami tolak penyelesaian masalah dengan pembayaran uang berapa pun agar menjadi pembelajaran bagi yang lain. Pak Gubernur harus melihat hal ini,” ungkap salah satu keluarga korban.

Mereka juga mendesak aparat kepolisian agar membasmi miras yang masih beredar luas di Manokwari. Pasalnya korban diduga dipengaruhi miras sebelum kejadian penembakan.

“Saya sepakat jika miras dibersihkan dari Manokwari. Pemda Manokwari harus hadir agar mendengar tuntutan maayarakat agar Miras dihentikan,” ujar tokoh masyarakat Arfak, Sius Dowansiba.

Tokoh masyarakat Arfak lainnya, Daud Indouw menambahkan kasus ini harus segera diselesaikan secara baik.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, saat bertemu massa menjelaskan oknum terduga pelaku telah diamankan di Polda Papua Barat.

“Kami minta semua tetap tenang. Kita tetap lakukan proses hukum. Percayakan penanganan kasus ini kepada kami,” kata Kapolres.

Untuk masalah miras tetap menjadi atensi Kapolres karena sudah banyak kasus yang ditangani termasuk menangkap pelaku miras.

Massa masih memenuhii halaman Polres Manokwari hingga pukul 15.10 WIT. Mereka menunggu kedatangan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. (mtx)

Baca Juga:   Yoman Bantah Terlibat Dua Penembakan di Papua