Ini Kerinduan Dolfanweik Hukom, Duta Rumah Belajar dari Papua Barat

Dolfanweik Hukom - Foto Istimewa

MANOKWARI, PAMALNEWS.com – Dolfanweik Hukom, mewakili Papua Barat untuk mengikuti ajang Duta Pemilihan Rumah Belajar 2018 yang digelar Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI di Jakarta.

Perempuan asal Kei (Maluku Tenggara) yang sudah delapan tahun mengabdi sebagai guru honorer di Papua Barat ini tak menyangka bisa lulus seleksi. Selain mengaku bangga, keikusertaannya mewakili Papua Barat di tingkat Nasional mengisahakan kerinduannya yang belum terjawab.

“Saya punya kerinduan harus ada sekolah rujukan rumah belajar di Manokwari dan tahun depan harus guru orang asli Papua yang jadi Duta Rumah Belajar,” ujarnya saat dikonfirmasi Pamalnews.com via telepon, Sabtu (13/10).

Sebelum mengikuti pengukuhan di Jakarta, guru SMK Kesehatan Terpadu ini berharap kepada Pemprov Papua Barat supaya bisa melihat ajang Duta Rumah Belajar sebagai terobosan yang diberikan Kemendikbud bagi anak-anak Papua agar tidak gagap teknologi (gaptek).

‘’Pendidikan melalui rumah belajar akan membawa anak untuk tidak takut dan tidak gagap teknologi. Harapannya, pemerintah daerah kiranya menangkap baik program ini, karena salah satu fitur pelaksanaan adalah kelas maya,” imbuhnya.

Terkait proses keikutsertaannya di ajang tersebut, ia menjelaskan setiap peserta diwajibkan menulis satu tulisan sebagai syarat untuk mengikuti seleksi sebagai peserta Rumah Belajar, dan ia pun memilih judul, Kelas Maya di Ujung Timur Indonesia.

‘’Sehingga seusai pengukuhan bersama peserta lain dari 34 provinsi di Indonesia, tangungjawab saya adalah untuk mengembangkan kelas maya bagi sekolah-sekolah di Papua Barat,’’ jelasnya.

Ia mencontohkan, SMA Negeri 1 Manokwari yang saat ini memiliki kelas Maya dalam pengembangan, sekembalinya dari pengukuhan sebagai Duta Rumah Belajar, ia berjanji akan aktifkan kelas maya tersebut.

Baca Juga:   Diduga Sarat Pelanggaran, Jumlah PSU di Papua Barat Bisa Bertambah

Sebagai Duta Rumah Belajar, ia memiliki tanggungjawab satu tahun ke depan untuk sosialisasi pendidikan 4.0 (pendidikan yang berbasis teknologi) bagi generasi milenial di Papua Barat.

Kata dia, tugas dari Duta Rumah Belajar adalah mensosialisasi tentang media pembelajaran yang disediakan Kemendikbud ke sekolah-sekolah dan masyarakat.

‘’Rumah belajar menyediakan konten pembelajaran yang diakses secara gratis, ada banyak fitur yang siap dimanfaatkan dan ada informasi penting dan bermanfaat bagi para guru untuk pengembangan diri dan karir,” tandasnya. (tam)