Ini Kata Kapolda Terkait Insiden di Susi Air

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Rudolf Alberth Rodja
Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Rudolf Alberth Rodja (tengah). (Foto: Rustam Madubun)

MANOKWARI, PAMALNEWS.com – Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Rudolf Alberth Rodja mengaku sangat kecewa lantaran tidak bisa menghadiri peletakan batu pertama pembangunan aula Polres Teluk Bintuni pada Senin (3/12) kemarin.

Ia menyesalkan, ada insiden yang menimpa dirinya bersama Kasdam XVIII Kasuari dan beberapa pejabat utama Polda Papua Barat yang batal berangkat dengan Susi Air karena menggunakan seragam dinas TNI/Polri.

“Padahal kami yang menjaga keamanan dan tahu kondisi di tanah ini. Pengalaman pertama saya kemarin, yah secara manusia memang tentu kecewa,” kata Kapolda ketika dikonfirmasi Pamalnews.com via WhatsApp, Selasa (4/12).

Kapolda menjelaskan, jikalau alasannya adalah faktor keamanan, maka tidak usah disamakan dengan yang terjadi di Provinsi Papua.

“Jangan disamakan dengan Papua yang sering terjadi penembakan. Saya tahu tidak ada penembakan pesawat selama Provinsi Papua Barat ini berdiri,” jelas Kapolda.

Kapolda lalu meminta kepada manajemen Susi Air untuk ke depannya menghindari hal yang serupa agar tidak terjadi lagi, maka perlu ada sosialisasi kepada publik.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Harry Supriono ketika dikonfirmasi membenarkan pernyataan sikap Kapolda.

“Betul, beliau (Kapolda) saat itu sudah berada di ruang VIP Bandara Rendani sejak pukul 06.35 WIT karena pesawat dijadwalkan boarding pukul 07.00 WIT,” kata Kabid Humas Harry Supriono.

Harry menjelaskan, Kapolda saat itu bersama beberapa pejabat utama Polda di antaranya Karo Ops, Karo Sapras, Dirkrimum, Kabidkeu dan ajudan bersama Kasdam XVIII Kasuari, Aslog Kodam dan 1 warga sipil sudah berada di pesawat.

Namun tiba-tiba pilot warga negara asing turun dan menyampaikan ke distrik manager Susi Air bahwa dia tidak akan terbang bila ada penumpang berseragam TNI/Polri dengan alasan keamanan.

Baca Juga:   BNI Hadirkan Layanan Cash Management di Papua Barat

Kapolda dan para pejabat utama pun memilih melepas seatbelt dan turun dari pesawat. Padahal saat itu Kapolda dan PJU lainnya sudah menutup seragam dengan jaket.

Batalnya kedatangan Kapolda di Bintuni membuat kecewa Bupati, Ketua DPRD dan tokoh masyarakat Teluk Bintuni. Mereka akan melayangkan surat protes ke pihak Susi Air.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Susi Air belum berhasil dihubungi. (tam)