Ini Fakta Sebelum Rima Boro Kehilangan Nyawa Ditangan Kekasih

kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi saat menunjukan BB yang Digunakan Pelaku DP habisi nyawa Rima Boro. (foto : ian/pamalnews)

MANOKWARI, PAMALNEWS.com —Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi kembali mengungkapkan sejumlah fakta menarik seputar kematian Alm. Rima Boro (34 thn) salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu OPD di lingkup Pemprov Papua Barat, yang menghebohkan warga masyarakat Manokwari, Kamis (18/10/2018) pagi sekitar pukul 10.15 WiT atas temuan dirinya telah dalam tak bernyawa dirimah kontrakannya.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, di dampingi Kapolsek Kota AKP Zalim Sawal, KBO Reserse Polres Manokwari Iptu J. Simanjuntak dan KBO Reskrim Polsek Kota Iptu. B. Limbong, dalam rangkaian Prese Conference kepada awak media di Mapolsek Kota, Jumat (19/10/2018) menuturkan, rangkaian kejadian peristiwa yang menyebabkan korban Rima Boro (34 thn) salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) terbunuh ditangan kekasihnya yang diketahui berinsial DP (58 thn) purnawirawan di salah satu kesatuan Kota Manokwari terkuak terjadi pada haru Rabu (17/10/2018) sekira pukul 18.00 petang atau sesudah Maghrib.

“Ternyata korban Rima Boro dibunuh sejak Rabu, 17 Oktober sore hari sekitar bukul 18.00 WIT atau sehari pasca penemuan mayat korban pada Kamis, (18/10/2018),”Ucap Kapolres AKBP Erwindi.

Kapolres AKBP Erwindi mengungkapkan, Sore itu sebelum dibunuh, antara Korban Rima Boro (34th) dan Pelaku insial DP (58 thn) tengah terjadi percecokan antara keduanya.

Dalam percecokan itulah, Korban sebelum di sayat atau tergorok lehernya dengan sebilah parang atau pisau mendapat penganiyaan terlebih dahulu oleh pelaku.

Korban Alm. Rima Boro (34thn)  yang memiliki poster tubuh badan sedikit besar dari pelaku, mendapat penganiyaan kasar pelaku dengan sebuah pukulan yang dilayangkan tepat di hidung korban.

“Jadi sebelum di gorok atau tersayat lehernya, korban di pukuli di hidung oleh pelaku. Hal ini sesuai visum hidung Korban Rima Boro patah akibat benturan keras. korban tergeletak karena sabetan pisau atau parang kecil milik pelaku karena kehabisan darah, kejadian kematian Rabu sore. pukul 18.00 WIT atau tepat sebelum waktu Magrib, korban tergeletak karena sabetan parang tersangka,” tuturnya

Baca Juga:   KPK Kuliti di Mapolres, Penyidik Kejati Papua Bongkar Berkas di Kolong Bawaslu

Lanjut Kapolres Erwindi, tersangka insial DP (58 thn) yang mencoba melarikan diri ke arah Teluk Bintunk berhasil dikejar dan ditangkap Anggota Polsek Kota dan Reskrimum Polres Manokwari berdasarkan hasil olah TKP dan parang bukti adanya bercak darah pada sepeda motor dan baju tersangka, serta keterangan dua orang saksi.

Tersangka juga dalam pelariannya sengaja meninggalkan Handphone (HP,red) untuk menghindari pelacakan, tapi karena kesigapan koordinasi anggota di lapangan, tersangka nerhasil tertangkap di salah satu Warunh Makan kawasan Abresso Kabupaten Mansel.

“Barang bukti berupa 2 HP dan celana panjang serta baju tersangka, trus uang tunai Rp. 10 juta juga didapati anggota saat penggeledahan pelaku dalam pelariannya ke Teluk Bintubj,”Tukasnya.

Meski tersangka menyesali perbuatannya namun berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi, penyidik tetap mengenakan pasal pembunuhan berencana.

“Kita Kenakan Pasal 340 ancaman hukumam seumur hidup atau paling singkat 20 tahun. Kita imbau kepada keluarga korban dan masyarakat tetap menahan diri dan mempercayakan penuntasan kasus ini kepada polisi. Dan kami juga mengapresiasi kepada masyarakat yang turut berperan aktif peduli dengan situasi keamanan lingkungannya,” tandasnya. (ian)