Dua Sekolah di Manokwari Kembali Terlibat Tawuran

Tawuran antar pelajar SMA N 1 vs SMK 02 Manokwari (Foto: Rolly/Pamalnews)

Klik Tautan Video Di Bawah Ini :

MANOKWARI, PAMALNEWS.com – Tawuran atau perkelahian antar sekolah kembali terjadi. Suasana tenang tiba-tiba menjadi tegang yang dirasakan di jalan Reremi Palapa Pagi tadi Jumat (14/9) ini di sebabkan akibat ulah antara dua kelompok yang terlibat aksi tawuran antara pelajar dari SMA Negeri 01 dengan SMK Negeri 02 Manokwari.

Peristiwa itu bermula dari siswa SMK Negeri 02 yang diduga menanyakan salah satu persoalan ke pada pelajar SMA Negeri 01, namun sayang, pertanyaan yang diajukan berujung kepada kesalah pahaman antara kedua belah kelompok pelajar tersebut yang berujung dengan saling serang.

Sesuai pantauan awal Pamalnews.com (Jumat 14/9), Kedua belah kelompok ini saling serang dengan menggunakan batu di yang ada di depan SMA Negeri 01 Manokwari. Sejumlah siswa SMK yang berada di luar pagar dengan leluasa menyerang siswa SMA Negeri 01 Manokwari yang berada di dalam pagar. Banyak Siswa dan Siswi SMA Negeri 01 Manokwari yang panik hingga berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Salah satu pelajar siswa SMK 2 enggan namanya dimediakan menjelaskan, penyebab kericuhan ini awalnya pihak kelompok pelajar SMK 02 Manokwari hendak ingin menanyakan kepada salah satu pelajar SMA N 1 Manokwari, siapa yang mencoret dinding tembok mereka dengan menuliskan kata ‘Smansa’, namun sayang karena kesalahapahaman tindakan ini justru berujung saling serang antar pelajar beda sekolah itu.

Sementara itu, aparat jajaran Kepolisian Polres Manokwari dan TNI Koramil yang turun di lokasi berhasil menenangkan kedua belah pihak yang saling tawuran.

Akibat aksi tawuran ini, pintu pagar SMA Negeri 01 Manokwari dan sejumlah kaca ruang kelas dirusak. Sementara dari catatan informasi di lapangan redaksi Pamalnews.com di lapangan, peristiwa bentrokan kedua sekolah ini bukan kali pertama terjadi.

Baca Juga:   Selama 6 Bulan, Ada 300 Kasus Narkoba di Papua Barat

Beberapa tahun lalu tercatat bentrokan yang sama terjadi hanya gara-gara aksi coret motor, salah paham perkelahian antar siswa berujung penyerangan antar sekolah. (oly)