Napak Tilas Magelhaens Butuh Payung Hukum

Foto : Dirjen Amerika dan Eropa Kemenlu Muhammad Anshor (tengah), Ketua KSBN Hendardji Soepandji (enam kiri), dan para peserta Pertemuan Tim Kecil di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (29/8).

JAKARTA, PAMALNEWS.com – Pelaksanaan peringatan Napak Tilas Ekspedisi Laut Magelhaens yang direncanakan pada 2021 di Kota Tidore, Maluku Utara, dipandang perlu memiliki payung hukum jelas.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Pusat Hendardji Soepandji dalam sebuah pertemuan yang dilangsungkan di Hotel Arya Duta, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

“Kita butuh payung hukum berupa Keputusan Presiden (Keppres) untuk melaksanakan itu. Tanpa itu, pasti tidak bisa berjalan,” ujar Soepandji

Menurutnya, tim pelaksana tidak bisa bekerja tanpa ada payung hukum karena menyangkut mekanisme kerja dan anggaran. Dan sebelum itu, dibutuhkan juga SK Gubernur Maluku Utara, kemudian kementerian terkait seperti Kementerian Pariwisata atau Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Soepandji yang juga pemrakarsa peringatan Napak Tilas Ekspedisi Laut Magelhaens mengingatkan, pelaksanaan peringatan yang akan digelar tersebut bukan sekadar seremoni. Tapi, harus berdampak jangka panjang bagi kehidupan sosial masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Tidore.

Lebih lanjut, pembicaraan dengan para wakil 23 Kota yang tergabung dalam Global Network Magellan Cities (GMNC) memutuskan bahwa pelaksanaan Peringatan Ekspedisi Magellan harus melingkupi empat hal.

“Karena itu, kita harus punya konsep. Kita harus melakukan pertemuan lagi untuk mematangkan konsep,” imbuhnya.

Senada, Kepala Bidang Penguatan Karakter Bangsa Bahari, Kemenko Maritim, Ardiansyah setuju bahwa pelaksanaan Peringatan Napak Tilas Magelhaens perlu Keppres.

Jika itu sudah turun maka akan lebih mudah. Sebab, hal itu tinggal ditindaklanjuti Rapat koordinasi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait pembangunan sarana dan prasarana, kesiapan pemda, proposal, rencana launching, rakor-rakor daerah, penentuan titik singgah yacht, dan diplomatic tour.

”Karena kegiatan itu berlangsung pada 2021, maka kita masih punya waktu. Karena itu, tahun ini atau tahun depan harus sudah masuk kalender nasional,” ujar Ardiansyah.

Baca Juga:   Ini Pesan Kapolda di Pisah Sambut 3 PJU dan 2 Kapolres Jajaran Polda PB

Melengkapi itu, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Muhammad Anshor, mengatakan hasil pertemuan timnya berhasil merumuskan beberapa kesimpulan agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat menghasilkan concept note dengan narasi positif mengenai tujuan dan manfaat keikutsertaan Indonesia dalam peringatan circumnavigation.

“Pertemuan ini juga diharapkan dapat menghimpun dukungan dan masukan dari K/L terkait,” beber Anshor.

Sementara, Direktur Eropa I Kemenlu Dino Kusnadi menambahkan, peringatan Napak Tilas Magelhaens memang harus memberikan azas manfaat kepada masyarakat.

“Sail Tidore adalah salah satu bagian utama dari Sail Magellan. Jadi perlu disambut secara baik. Sail Tidore juga perlu dukungan dari pemerintah Pusat agar lebih baik, menarik, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya (***/deo)